“Anak
jalanan, anak-anak dipanti asuhan harus mendapatkan pendidikan gratis.
Jika ada pungutan kepada anak panti asuhan harus di laporkan kepada
Walikota. Pemerintah telah menyediakan dana BOS untuk kepentingan
sekolah.” Ungkap Walikota Kupang Jonas Salean, SH., M.Si saat berdialog
dengan anak-anak PAUD, TK, SD, SMP, SMA, Anak Jalanan dan Anak Panti
Asuhan dalam perayaan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Kupang Tahun
2013 di balaikota (23/8).
Walikota
berdialog dengan anak-anak usai karnaval Hari Anak yang mengambil start
di taman nostalgia dan finis di depan gedung balaikota. Hadir dalam
acara tersebut Wakil Walikota Kupang Hermanus Man, kepala Bagian
Pemberdayaan Perempuan Setda Kota Kupang drg. Francisca Ikasasi dan
Pejabat Pemerintah Kota Kupang lainnya.
Dalam
dialognya Jonas Salean secara khusus menyampaikan penghargaan kepada
Forum Anak, khususnya Bagian Pemberdayaan Perempuan yang telah
menyelenggarakan kegiatan “karnaval anak bangsa 68”. Walikota sekali
lagi mengingatkan semua anak untuk ikut sekolah termasuk anak jalanan,
“kami akan memerintahkan PLS untuk memperhatikan anak-anak jalanan agar
mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak lainnya. Khusus untuk
anak taman kanak-kanak Pemerintah akan memperhatikan para guru yang
belum mendapat dana sertifikasi tahap kedua.” tandas Jonas.
Dihadapan
anak-anak Kota Kupang, Jonas juga berjanji untuk memperhatikan sarana
dan prasarana sekolah yang belum lengkap. “ini untuk menunjang
pelaksanaan pendidikan di Kota Kupang. Khusus siswa yang kurang mampu,
Pemerintah Kota Kupang mulai tahun anggaran 2014 akan memberikan
beasiswa kepada siswa yang kurang mampu.” kata Jonas.
Anak-anak
yang mengikuti karnaval tampil begitu ceria. Sebagian besar mereka di
damping orang tua dan keluarga, beberapa kelompok barisan anak-anak
bahkan di lengkapi dengan spanduk dengan tulisan “ Stop Kekerasan
Terhadap Anak”, “Anak merupakan masa depan bangsa”, “Stop Narkoba,
Anak-anak harus mengukir Prestasi”. (nn)(Timex)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar