Selasa, 05 Juli 2016

Anak Jalanan Harus Mendapatkan Pendidikan

Anak jalanan di Kota Kupang  harus mendapatkan pendidikan seperti anak yang lain, meskipun setiap hari anak jalanan bekerja sebagai  penarik gerobak atau pun pekerjaan lainnya, pendidikan anak jalanan harus tetap mendapatkan perhatian serius.
“Anak jalanan, anak-anak dipanti asuhan harus mendapatkan pendidikan gratis. Jika ada pungutan kepada anak panti asuhan harus di laporkan kepada Walikota. Pemerintah telah menyediakan dana BOS untuk kepentingan sekolah.” Ungkap Walikota Kupang Jonas Salean, SH., M.Si saat berdialog dengan anak-anak PAUD, TK, SD, SMP, SMA, Anak Jalanan dan Anak Panti Asuhan dalam perayaan Hari Anak Nasional (HAN) tingkat Kota Kupang Tahun 2013 di balaikota (23/8).
Walikota berdialog dengan anak-anak usai karnaval Hari Anak yang mengambil start di taman nostalgia dan finis di depan gedung balaikota. Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Kupang Hermanus Man, kepala Bagian Pemberdayaan Perempuan Setda Kota Kupang drg. Francisca Ikasasi dan Pejabat Pemerintah Kota Kupang lainnya.
Dalam dialognya Jonas Salean secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Forum Anak, khususnya Bagian Pemberdayaan Perempuan yang telah menyelenggarakan kegiatan “karnaval anak bangsa 68”. Walikota sekali lagi mengingatkan semua anak untuk ikut sekolah termasuk anak jalanan, “kami akan memerintahkan PLS untuk memperhatikan anak-anak jalanan agar mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak lainnya. Khusus untuk anak taman kanak-kanak Pemerintah akan memperhatikan para guru yang belum mendapat dana sertifikasi tahap kedua.” tandas Jonas.
Dihadapan anak-anak Kota Kupang, Jonas juga berjanji untuk memperhatikan sarana dan prasarana sekolah yang belum lengkap. “ini untuk menunjang pelaksanaan pendidikan di Kota Kupang. Khusus siswa yang kurang mampu, Pemerintah Kota Kupang mulai tahun anggaran 2014 akan memberikan beasiswa kepada siswa yang kurang mampu.” kata Jonas.

Anak-anak yang mengikuti karnaval tampil begitu ceria. Sebagian besar mereka di damping orang tua dan keluarga, beberapa kelompok barisan anak-anak bahkan di lengkapi dengan spanduk dengan tulisan “ Stop Kekerasan Terhadap Anak”, “Anak merupakan masa depan bangsa”, “Stop Narkoba, Anak-anak harus mengukir Prestasi”. (nn)(Timex)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar