Agak berbeda dengan pengendara yang menuju rumah, saya sedang dalam
perjalanan menuju Gereja tempat saya akan melakukan kegiatan
selanjutnya. Hujan telah berhenti mengguyur kota Surabaya namun masih
banyak sisa-sisa genangan air di jalanan yang menyebabkan banyak
kendaraan memperlambat lajunya. Begitu pula yang saya lakukan. Karena
merasa pernah mengalami masa-masa yang menyebalkan tersiram cipratan air
dari genangan yang dilindas oleh mobil dengan kecepatan tinggi saat
masih belum memiliki mobil, maka saya tidak mau orang lain mengalami hal
yang sama karena ulah saya. Suatu kejadian yang sempat saya amati dari
balik kaca mobil saya, tidak banyak orang yang menyadari dan peduli
dengan orang-orang di sekitarnya. Misalkan saja seorang ibu pengendara
motor yang berada tepat di depan mobil saya.
Berusia sekitar 30 tahun dengan postur agak sedikit gemuk sedang
menaiki sepeda motornya dengan kecepatan yang agak tinggi. Ibu ini
tampak baru pulang kerja dan tidak tampak memakai jas hujan padahal
hujan baru saja berhenti. Jalanan masih cukup banyak digenangi sisa air
hujan sehingga sebagian orang pun memperlambat kendaraannya agar tidak
terciprat genangan air di sekitarnya. Berada agak jauh di depan ibu ini,
seorang bapak tua dengan sepeda jengki tua nya menyusuri pinggiran
jalan dengan perlahan. Tiba-tiba ibu pengendara motor ini dilewati oleh
seorang laki-laki pengendara motor dengan kecepatan tinggi yang membuat
genangan air memercik ke kaki ibu ini. Terlihat dengan jelas dari balik
kaca mobil saya bagaimana ibu ini mengomel sambil membersihkan kakinya
dari cipratan air yang mengenainya.
Tak lama kemudian ibu ini akhirnya melewati bapak tua pengendara sepeda
ini tanpa mengurangi laju sepeda motornya. Hal yang sama terjadi pada
bapak tua ini, sisa air hujan memercik ke beberapa bagian tubuhnya.
Walapun bapak ini tampak tidak terganggu dengan hal tersebut, tapi ada
sedikit pikiran yang terbesit di benak saya. Awalnya saya juga merasa
tidak senang dengan laki-laki pengendara motor yang baru saja lewat itu,
namun ternyata apa yang dilakukan ibu itu juga sama saja. Saya jadi
berpikir, mungkin selama ini kita juga sama saja. Kita hanya
memperdulikan ketika sesuatu terjadi pada kita. Bagaimana jika hal
tersebut terjadi pada kita? Bagaimana bila ternyata kita juga melakukan
hal yang sama?
Hujan mengajarkan kita untuk saling peduli dengan yang lain. Hanya
genangan air, bagaimana kita berperilaku secara tepat dengan genangan
air hujan akan menunjukkan bagaimana kepedulian kita kepada orang dan
memengaruhi penilaian orang lain terhadap kita. Mari kita renungkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar